Derap Ketujuh: SEBARKAN MAKNA

  Setelah akhir kita serahkan, dengan nafas yang berkesadaran, dengan hati yang bersyukur, dengan nalar yang cerdas, dengan gerak yang melahirkan karya, maka derap terus kita lakukan sambil kerap bercahaya, dengan cara berbagi makna. Karena berserah, bukan berarti menunggu tanpa makna. Namun bergegas menyebar makna, dalam waktu yang diberikan. Karena bukan kebetulan waktu dihadirkan. Karena […]

Derap Kelima: BENAMKAN RAGA

Ketika kecerdasan telah hadir, kita perlu bersegera bertindak. Dengan membenamkan raga. Tenggelam dalam upaya menghasilkan karya. Berkaryalah demi karya itu sendiri. Bukan karena tepukan di punggung. Bukan karena pujian di bibir. Bukan pula karena hadiah di panggung. Berkarya adalah berproses. Akibat sadar yang disengaja. Akibat nafas yang terjaga. Akibat syukur yang dipanjatkan. Akibat nalar yang […]

Derap Ketiga: SYUKURI SEMESTA

  Ketika ikhlas telah sengaja dihadirkan, … melalui jiwa yang sadar… … mengawal anugerah nafas yang diberikan …. maka bekal terbaik untuk melangkah selanjutnya …adalah dengan bersyukur. Ya, bersyukur! Syukuri raga yang hadir. Syukuri nafas yang hadir. Syukuri rasa yang hadir. Syukuri nalar yang hadir. Syukuri semesta yang hadir. Karena kita memang sengaja dihadirkan Dan […]

7 Derap Cahaya

Kita dititipkan percikan cahayaNYA. Cahaya yang menerangi hidup kita Cahaya yang sengaja dihadirkan di hati kita. Cahaya yang disabdakan sebagai nurani. Cahaya hati. Ia adalah penerang. Ia adalah lentera pikiran. Ia memberi makna hidup Agar cahaya berpendar, kita perlu sengaja hadir. Agar cahaya berpendar, kita akui keberadaannya. Agar cahaya berpendar, kita syukuri kehadirannya. Ketika kita […]