7 Derap Cahaya

7 Derap Cahaya.001

Kita dititipkan percikan cahayaNYA.
Cahaya yang menerangi hidup kita
Cahaya yang sengaja dihadirkan di hati kita.
Cahaya yang disabdakan sebagai nurani.
Cahaya hati.

Ia adalah penerang.
Ia adalah lentera pikiran.
Ia memberi makna hidup

Agar cahaya berpendar, kita perlu sengaja hadir.
Agar cahaya berpendar, kita akui keberadaannya.
Agar cahaya berpendar, kita syukuri kehadirannya.

Ketika kita hadir,
hati merasa,
syukur memekar
nalar menjadi jernih,
dan raga beresonansi dengan kesemuanya.
Ketika itu, cahaya berpendar.

Ketika percikan cahaya yang dititipkan berpendar, makna kian menjadi terang.
Ketika kita hadir bersama dengan mereka-mereka yang berpendar, maka pelita bumi akan tersulut.
Ketika cahaya-cahaya bergabung, maka semesta bersinar.

Terang yang hadir, akan menerangi.
Terang yang hadir, tak menyilaukan, namun meneduhkan.
Terang yang hadir, tak memberikan panas, namun menganugerahkan rasa hangat.
Terang yang hadir tidak membara, namun menggerakan, menyemangati.

Ada kalanya terang itu mengingatkan.
Ada kalanya terang itu menasehati.

Apapun itu, terang adalah pintu wahyu.
Terang adalah pintu rahmat.
Terang adalah gerbang kasih.

Cahaya yang berpendar sesuai dengan percikan yang dititipkan.
Setiap percikan membawa corak yang berbeda.
Semuanya berbeda. Namun akan kian indah ketika bergandengan.
Semuanya memercikkan pesona,
Semuanya membelalakkan makna.
Makna yang telah diatur oleh Cahaya diatas cahaya-cahaya.

Agar kita berpendar dalam cahaya yang dititipkan, ada derap yang perlu diambil.
Derap berupa ayun langkah yang bergerak hampir bersamaan.

Karenanya, dengan segala kerendahan hati, 7 Derap Cahaya dinyatakan.
Ia merupakan 7 langkah yang mengalir hampir bersamaan.

Dengan cahaya ini, kita menerangi kita.
Dengan cahaya ini, kita menerangi yang lain.
Dengan cahaya ini, kita menerangi semesta.
Sehingga akhirnya semesta menerangi kita.

Bercahayalah!
Karena cahaya yang redup, jauh lebih baik daripada kelam yang ditambahkan pada gelap.
Mulai sekarang.
Disini.
Kini.

3 thoughts on “7 Derap Cahaya

  1. Cahaya di atas cahaya. Gilang gumilang tiada banding. Bersembunyi dalam tebalnya kelam karena ketidaktahuan dan keangkuhan. Bersinar dalam pasrah dan ikhlas. CahayaMu terpendam dalam makna tersembunyi dimanusia yang suci dan disucikan dengan pendar cahaya di kepala mereka. Sebagai mahkota takkala mereka tahu bahwa didalam hati mereka tumbuh pohon zaitun yang menerangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s