Derap Kelima: BENAMKAN RAGA

Ketika kecerdasan telah hadir, kita perlu bersegera bertindak. Dengan membenamkan raga. Tenggelam dalam upaya menghasilkan karya. Berkaryalah demi karya itu sendiri. Bukan karena tepukan di punggung. Bukan karena pujian di bibir. Bukan pula karena hadiah di panggung. Berkarya adalah berproses. Akibat sadar yang disengaja. Akibat nafas yang terjaga. Akibat syukur yang dipanjatkan. Akibat nalar yang […]

Derap Keempat: TAJAMKAN NALAR

Bernalar adalah fitrah. Bernalar hanya akan bermakna, ketika diawali dengan hadirnya sadar. Karena, sekali lagi, kesadaran, menjernihkan. Bernalar hanya akan tajam, ketika dikawal dengan rasa syukur. Karena, sekali lagi, syukur adalah energi. Ketika jernih (karena sadar) … dan energi (karena syukur) bergabung, maka nalar akan menjadi tajam. Nalar yang tajam adalah kecerdasan. Yang cerdas siap […]

Derap Ketiga: SYUKURI SEMESTA

  Ketika ikhlas telah sengaja dihadirkan, … melalui jiwa yang sadar… … mengawal anugerah nafas yang diberikan …. maka bekal terbaik untuk melangkah selanjutnya …adalah dengan bersyukur. Ya, bersyukur! Syukuri raga yang hadir. Syukuri nafas yang hadir. Syukuri rasa yang hadir. Syukuri nalar yang hadir. Syukuri semesta yang hadir. Karena kita memang sengaja dihadirkan Dan […]

Derap Kedua: RASAKAN HATI

Nur yang dititipkan bersemayam di hati. Yang hanya berpendar ketika hati jernih, bening dan bersih. Hati yang beku, tak kuasa merasa. Hati yang beku, akan takluk pada nalar. Hati yang beku, memendam dendam. Jernihkan hati. Bersihkan hati. Agar ia bisa merasa. Rasa yang membaca sabda. Rasa yang akan menghasilkan karya. Hati kita adalah milik kita. […]

Derap Pertama: HADIRKAN JIWA

  Segalanya bermuara dari diri sendiri. Di sini. Di saat ini. Bersengaja untuk sadar. Sadar akan kehadiran kita. Ketika kita bersengaja hadir, maka jiwa yang ada pun hadir. Ketika kita bersengaja hadir, maka semesta akan menghadirkan dirinya untuk kita. Semesta yang hadir, pintu dari semua ilmu. Semesta yang hadir, pintu dari semua petunjuk. Semesta yang […]

7 Derap Cahaya

Kita dititipkan percikan cahayaNYA. Cahaya yang menerangi hidup kita Cahaya yang sengaja dihadirkan di hati kita. Cahaya yang disabdakan sebagai nurani. Cahaya hati. Ia adalah penerang. Ia adalah lentera pikiran. Ia memberi makna hidup Agar cahaya berpendar, kita perlu sengaja hadir. Agar cahaya berpendar, kita akui keberadaannya. Agar cahaya berpendar, kita syukuri kehadirannya. Ketika kita […]