Be You – The Real You

There is no work life balance;  only life. There is no career;  only calling. There is no competition; only synergy. Everything starts from you; but it’s never about yourself. Everything requires talent; but it’s never about skills. Everything needs to be impactful; but it’s never about magnitude. Coz being passionate is not about being cool. […]

Derap Ketujuh: SEBARKAN MAKNA

  Setelah akhir kita serahkan, dengan nafas yang berkesadaran, dengan hati yang bersyukur, dengan nalar yang cerdas, dengan gerak yang melahirkan karya, maka derap terus kita lakukan sambil kerap bercahaya, dengan cara berbagi makna. Karena berserah, bukan berarti menunggu tanpa makna. Namun bergegas menyebar makna, dalam waktu yang diberikan. Karena bukan kebetulan waktu dihadirkan. Karena […]

Derap Keenam: SERAHKAN AKHIR

Walaupun kita telah hadir berkesadaran, walaupun kita telah ikhlas dalam kebersyukuran, walaupun nalar telah kita cerdaskan, walaupun raga telah kita benamkan, Hasil akhir bukanlah milik kita. Hasil akhir tak pernah kita punya. Karena sesungguhnya, kitapun bukan yang mengawali. Kita adalah pengawal. Ya, pengawal! Kita adalah pengawal percikan yang dititipkan, agar berpendar, agar bercahaya, bersama dengan […]

Derap Kelima: BENAMKAN RAGA

Ketika kecerdasan telah hadir, kita perlu bersegera bertindak. Dengan membenamkan raga. Tenggelam dalam upaya menghasilkan karya. Berkaryalah demi karya itu sendiri. Bukan karena tepukan di punggung. Bukan karena pujian di bibir. Bukan pula karena hadiah di panggung. Berkarya adalah berproses. Akibat sadar yang disengaja. Akibat nafas yang terjaga. Akibat syukur yang dipanjatkan. Akibat nalar yang […]

Derap Keempat: TAJAMKAN NALAR

Bernalar adalah fitrah. Bernalar hanya akan bermakna, ketika diawali dengan hadirnya sadar. Karena, sekali lagi, kesadaran, menjernihkan. Bernalar hanya akan tajam, ketika dikawal dengan rasa syukur. Karena, sekali lagi, syukur adalah energi. Ketika jernih (karena sadar) … dan energi (karena syukur) bergabung, maka nalar akan menjadi tajam. Nalar yang tajam adalah kecerdasan. Yang cerdas siap […]

Derap Ketiga: SYUKURI SEMESTA

  Ketika ikhlas telah sengaja dihadirkan, … melalui jiwa yang sadar… … mengawal anugerah nafas yang diberikan …. maka bekal terbaik untuk melangkah selanjutnya …adalah dengan bersyukur. Ya, bersyukur! Syukuri raga yang hadir. Syukuri nafas yang hadir. Syukuri rasa yang hadir. Syukuri nalar yang hadir. Syukuri semesta yang hadir. Karena kita memang sengaja dihadirkan Dan […]